Senin, 17 Oktober 2011

tipe tpe orang

Karakteristik Tipe Orang
Dalam pembahasan ini, secara garis besar dan secara umum tipe diri orang dibagi menjadi empat, yaitu Sanguinis, Melankolis, Koleris, dan Phlegmatis. Meskipun begitu ada juga yang menyebutkan tipe diri orang ada yang dibagi menjadi 7 tipe.
Berikut keempat macam tipe diri orang beserta kelamahan dan kelebihannya. Dalam pembahasan ini mungkin hanya diberikan sebagian kecil ciri-ciri dari masing-masing tipe (yang signifikan).
1. Sanguinis (Populer –> Pembicara)
Sanguinis Mengenali Tipe Diri Pribadi dan Orang Lain
Kelebihan Tipe Sanguinis
  • Emosi
    - kepribadian menarik
    - pembicara yang baik
    - suka berbicara, biasanya memukau pendengar
    - menghidupkan suasana, rasa humor tinggi
    - emosional dan demostratif
    - antusias, ekspresif, penuh semangat, periang
  • Dalam Pekerjaan
    - suka membantu tugas orang lain
    - tampak hebat, kreatif dan inovatif
    - menarik perhatian orang lain untuk mengikutinya
  • Sebagai Teman
    - supel, mudah berteman (gaul), menyenagkan
    - mudah minta maaf
    - suka dipuji
Kesimpulan Tipe Sanguinis
Tipe orang Sanguinis merupakan pribadi yang menyenangkan jadi tidak salah jika banyak orang yang menyukainya, ingin merasa dirinya dikenal banyak orang, ide-idenya gila tetapi kreatif dan inovatif seperti ide-ide orang sukses, ingin dirinya menjadi trend setter agar orang lain mengikuti jejaknya.
Kelemahan Tipe Sanguinis
  • bicara terus menerus (cerewet)
  • suka memonopoli
  • penyela (biasanya menyela pembicaraan orang lain)
  • menyimpang terlalu jauh dari kebenaran (suka membual)
2. Melankolis (Pemikir –> Sempurna)
Melankolis Mengenali Tipe Diri Pribadi dan Orang Lain
Kelebihan Tipe Melankolis
  • Emosi
    - perasaannya halus, sensitif, dalam
    - analitis, serius, tekun, dan idealis
    - kreatif, berbakat, rasa seninya tinggi
    - menyukai keindahan
  • Dalam Pekerjaan
    - perfeksionis, standart tinggi, orientasi jadwal
    - tertib dan terorganisir
    - senang: grafik, bagan, gambar, tabel (visual)
  • Sebagai Teman
    - hati-hati dalam berteman
    - setia, mudah terharu, mudah kasihan
    - menghindari perhatian, tidak suka menonjolkan diri
    - pendengar yang baik
Kesimpulan Tipe Melankolis
Tipe orang Melankolis merupakan pribadi yang cerdas karena dia selalu memikirkan langkah apa yang akan dambil dalam memecahkan masalah. Akan tetapi pribadi Melankolis ini terlalu lama dalam mengambil keputusan karena dia selalu memikirkannya matang-matang agar dia mendapatkan segala sesuatunya itu sempurna. Perasaannya sensitif, jika dia disakiti dia tidak akan mudah melupakannya. Akan tetapi tipe ini merupakan seorang teman yang setia, tidak suka menghianati teman. Dan juga dia ini ibarat orang yang suka bekerja di balik layar, tidak terlalu ingin dirinya menjadi pusat perhatian.
Kelemahan Tipe Melankolis
  • menekan perasaan
  • jika punya masalah yang berat, dia langsung down dan sering terlihat murung
  • terlalu pendiam
  • mudah depresi
3. Koleris (Kuat –> Pelaku)
Koleris Mengenali Tipe Diri Pribadi dan Orang Lain
  • Emosi
    - berbakat pemimpin, dinamis dan aktif
    - suka perubahan, selalu memperbaiki kesalahan (introspeksi diri)
    - logis, tegas dan berkemauan kuat
    - bebas mandiri, tidak mudah menyerah
    - percaya diri, mampu dalam banyak hal
  • Dalam Pekerjaan
    - bergerak cepat dalam bertindak, berkembang, bersaing
    - orientasi pada target, pandai memecahkan masalah
    - mampu memberikan semangat kepada orang lain
  • Sebagai Teman
    - tidak terlalu tergantung teman
    - mau bekerja dan memimpin
    - mau ambil bagian dalam keadaan darurat
Kesimpulan Tipe Koleris
Tipe orang Koleris adalah tipe orang yang berjiwa pemimpin, menyadari kesalahannya dan kemudian memperbaiki kesalahannya, punya kemauan kuat untuk meraih sesuatu yang diinginkan, biasanya aktif dalam suatu kegiatan, orang sibuk, menargetkan apa yang akan dicapai.
Kelemahan Tipe Koleris
  • sok berkuasa
  • keinginannya selalu ingin dituruti
  • egois
  • suka mengatur
4. Phlegmatis (Damai –> Pengamat)
Phlegmatis Mengenali Tipe Diri Pribadi dan Orang Lain
  • Emosi
    - rendah hati, tenang dan sabar
    - simpatik, baik hati, pendiam
    - mampu mengendalikan/menyembunyikan emosi
    - mudah bersyukur, mudah bahagia
  • Dalam Pekerjaan
    - mudah kompromi, mudah sepakat
    - menjadi penengah ketika ada masalah
    - menghindari konflik
    - kuat dalam tekanan
  • Sebagai teman
    - berhati-hati, tidak suka menyinggung orang lain
    - pendengar yang baik, punya banyak teman
    - mudah bergaul, menyenangkan dan rileks
Kesimpulan Tipe Phlegmatis
Tipe orang  Phlegmatis merupakan pribadi yang sabar dan senang dalam menghadapi masalah, emosinya tidak meluap-luap ketika dia bahagia atau sedih, pendiam, mampu bekerja dalam tekanan, tidak suka pertengkaran, hati-hati dalam berucap kepada orang lain, menyenangkan.
Kelemahan Tipe Phlegmatis
  • masa bodoh dengan orang lain
  • tidak punya kepastian/pendirian (plin-plan)
  • cuek
  • tidak peduli apa yang sedang dilakukannya
Termasuk Tipe Apakah Saya?
Secara pribadi, saya termasuk dominan tipe orang Melankolis. Karena saya orangnya selalu menginginkan kesempurnaan, dalam hal menyelesaikan pekerjaan dan juga mencari jodoh tentunya. Yang jadi kebiasaan buruk saya yaitu ketika mendapat masalah, saya sering tidak mood, mudah depresi, pendiam banget, pengennya selalu sendiri. Itulah saya sebagai seorang tipe Melankolis.
Cara Menghadapi Masing-Masing Tipe
Ada keuntungan tersendiri dengan kita mengetahui cara menghadapi orang dengan tipe yang berbeda-beda. Dalam berteman dan bekerjasama, kita akan banyak mendapatkan keuntungan dengan kita memahami seseorang.
Menghadapi Tipe Sanguinis
  • kenali kesulitannya dalam menyeleseikan tugas
  • sadarilah bahwa mereka berbicara tanpa berpikir lebih dahulu dan terkadang menyinggung persaaan orang lain, tetapi sebenarnya dia hanya bercanda dengan ucapannya
  • sadari bahwa mereka menyukai variasi dan fleksibilitas (apa ya maksudnya ini??? hehehe)
  • bantu mereka agar tidak menerima lebih dari yang mereka bisa lakukan
  • pujilah mereka untuk segala sesuatu yang mereka capai
  • ingatlah bahwa mereka mudah emosi
  • berilah hadiah untuk event-event tertentu (bukan berarti mereka gampang disuap ya!!!!), misalnya sedang berulang tahun atau mendapatkan prestasi
Menghadapi Tipe Melankolis
  • ketahuilah bahwa mereka sangat sensitif perasaannya dan mudah sakit hati (saya banget neh)
  • motivasi mereka saat mereka kurang optimis (siapa ya yang bisa memotivasi saya???)
  • mereka perlu bantuan agar tidak mudah tertekan
  • pujilah dengan tulus dan penuh kasih sayamg
  • beri kesempatan mereka jika memang sedang ingin sendiri saja
  • berusahalah untuk selalu menepati janji sesuai jadwal dengannya (sebab tipe orang Melankolis selalu ingin tepat waktu)
Menghadapi Tipe Koleris
  • akui bahwa mereka memang berbakat memimpin
  • bersikeraslah melakukan komunikasi dua arah
  • sadari bahwa mereka tidak bermaksud menyakiti
  • sadari bahwa mereka tidak berbelas kasihan
  • berusahalah membagi tanggung jawab
  • mereka biasanya selalu benar
Menghadapi Tipe Phlegmatis
  • sadarilah bahwa mereka memerlukan motivasi langsung
  • bantulah mereka menetapkan tujuan
  • jangan mengharapkan antusiasme
  • sadari bahwa mereka menunda-nunda pekerjaan karena itu bentuk kontrol mereka
  • paksalah mereka untuk membuat keputusan
  • motivasilah mereka untuk menerima tanggung jawab
Sebenarnya masih banyak point-point kelebihan, kekurangan, dan cara menghadapi dari masing-masing tipe. Akan tetapi, sebagian besar (dan biasanya) seperti itu. Mungkin teman-teman bisa memberikan tambahan melalui comment.
Dulu sewaktu saya mengikuti mata kuliah Kecakapan AntarPersonal, untuk menentukan tipe diri kita, kita (mahasiswa) disodori sebuah angket yang berisi pilihan multiple choice tentang suatu kasus dan dari sejumlah kasus tersebut kita condong melakukan hal apa dengan memilih pilihan yang ada. Setelah itu pilihan (jawaban) kita dijumlahkan dan pada akhirnya diketahuilah kita termasuk tipe orang yang mana. Akurat tidaknya saya kurang tahu, yang pasti banyak dari teman-teman saya yang hasilnya memang merasa begitu kenyataannya. Sebenarnya saya juga ingin membagikan angket studi kasus tersebut, akan tetapi pada waktu itu angket tersebut tidak dibagikan (dikumpulkan kembali). Pada waktu itu saya juga tidak berniatan untuk mengcopy. Jadi saat ini saya tidak mempunyai angket tersebut.
Dengan berdasarkan point-point pembahasan diatas,  cobalah Anda menilai diri Anda sendiri, termasuk tipe orang yang manakah Anda? Lalu cobalah menilai orang lain termasuk tipe orang yang manakah dia? Bisa jadi Anda termasuk ke dalam dua jenis tipe orang, akan tetapi cobalah Anda telaah, manakah dari salah satu keempat tipe orang yang benar-benar mewakili/condong dengan pribadi Anda.

8 tipe dosen

Sebelumnya saya minta maaf apabila tulisan ini ada pihak yang merasa dirugikan. Artikel ini bertujuan positif untuk para mahasiswa. Sehingga mereka bisa memahami benar sifat dosennya, agar mereka bisa menempatkan diri dengan baik di hadapan dosennya. Sebenarnya kita nggak perlu takut dengan dosen- seperti apapun tipenya (bukan berarti menantang, ya gak juga kale). Selama kita ingin mencari ilmu, ada banyak dosen yang benar-benar baik yang mau membantu kita, kok...  selain itu, prestasi dan nilai kita yang baik dapat menjadi perisai (kaya mau perang aja) terhadap dosen yang ingin menjatuhkan.
Lagi pula jika kita menerima perlakuan tidak adil, kita selalu bisa melaporkan perbuatan dosen tersebut ke ketua jurusan atau pihak dekanat. Zaman sekarang, sudah hampir nggak ada lagi dosen-dosen tipe lama yang merasa paling benar dan berkuasa. Beliau-beliau justru sangat terbuka terhadap masukan dan mau berdikusi.Mungkin cerita ini pernah dialami oleh anda.
Rio malas banget masuk kelas hari selasa siang. Habis, Pak X, dosennya, sangat membosankan kalu mengajar- text book banget. Sudah dua kali Rio berturut-turut ditegur karena ketahuan mengantuk di kelasnya. Tapi kalau molos melulu, bagaimana nilai Rio ? berbeda dengan Rio, Romeo justru nggak suka kelas Bu P karena dia punya beberapa murid kesayangan, hingga yang lain merasa nggak dianggap. Jadi hadir atau nggak hadir, Romeo merasa sama saja.
Namanya juga manusia, dosen juga punya karakter tertentu yang menonjol dalam mengajar. Kalau kita tahu tipe dosen-dosen kita, nggak perlu pusing menghadiri kelas karena kita sudah tahu celah mengambil hatinya, dong.
1.   PENJAGA TIKET
Dosen ini senang mengecek tugas mahasiswa sebelum kuliah dimulai. Ibaratnya, mengerjakan tugas merupakan ’tiket’ masuk kelas. Jadi, kalau belum mengerjakan tugas, kita bakal disuruh keluar kelas dan baru boleh masuk setelah tuganya selesai.
Menghadapi tipe dosen seperti ini, sebenarnya,mudah saja. Asal kita selalu mengerjakan tugas sebelum kelas dimulai, maka kita bisa aman sampai lulus, tuh. Seharusnya, jadi motivasi kita juga, kan, untuk mengerjakan tugas kuliah.

2.   CURCOL (CURHAT COLONGAN)
Ada pula dosen yang senang bercerita. Hampir di setiap kuliahnya, sang dosen bakal berbagi tentang pengalaman hidupnya sambil membanding-bandingkan dengan konteks kuliah atau kehidupan sekarang. Selama masih nyambung dengan materi kuliah, sih, maklum aja. Tapi, ujung-ujungnya, sang dosen malah curcol.
Kalau dosen ini mulai kumat bercerita, kita bisa menginterupsi beliau dengan mengajukan pertanyaan yang menyangkut materi kuliah. Kalau nggak, dengarkan saja, siapa tahu kita bisa belajar sesuatu dari ceritanya. Nggak soal akademis melulu.

3.   MOTIVATOR
Nggak hanya Mario Teguh yang bisa jadi motivator, dosen pun juga bisa. Di setiap kuliah, dosen ini sering menyemangati mahasiswanya dan menjadikan kelas lebih ceria. Belum lagi, kalimat-kalimat atau quotes motivasi yang selalu dia bagikan di akhir kelas.
Sebenarnya, kita beruntung punya dosen yang bersemangat memberi ilmu seperti beliau. Suasana kelas jadi nggak membosankan dan ’hidup’. Tapi, biasanya, tipe dosen seperti ini, ujungnya , juga suka sok akrab. Kita berhak, kok, memberi batasan sendiri kalau memang nggak nyaman terlalu dekat dengan beliau.

4.   TEXT-BOOK BERJALAN
Dosen tipe ini, ilmu yang dimilikinya sebatas hafalan di buku kuliah. Umumnya, beliau juga nggak suka mahasiswa yang terlalu kritis bertanya alias jawabannya nggak ada dalam buku. Makanya, kalau mau ujian bagus, kita harus mati-matian menhafal diktat kuliah, kalau perlu sampai titik, komanya. he..he..
Susah-susah gampang memang menghadapi dosen begini. Kalau kita kuat dalam menghafa, sih, nggak jadi masalah. Hanya saja, dosen seperti ini, nih, yang nggak menjadikan mahasiswanya pandai (cuma menghafal). Tapi, kita boleh, kok, berdiskusi dengan dosen yang lain yang lebih terbuka untuk menambah masukan.

5.   MALAS NGAJAR
Setiap ikut kelasnya, kita cuma disuruh mencatat, merangkum, atau mengerjakan tugas. Selagi kita mencatat atau mengerjakan tugas, beliau cuma duduk dan sibuk menulis atau bermain ponsel dan entah ngapain. Parahnya, di jam mengajar, beliau juga suka meninggalkan kelas dan baru kembali saat menjelang kelas usai.
Kalau kita pemalas,sih, dapat dosen seperti ini, asyik banget ,iya kan. Tapi sadar nggak, artinya, kita membayar biaya kuliah dengan percuma untuk dosen tersebut. Makanya, kita berhak melaporkan sikap dosen ini kepada kepala jurusan kalau kelakuannya berkelanjutan terus.

6.   KRIUUK....
Dengan maksud mencairkan suasana, dosen ini senang membuat lelucon atau mempermalukan mahasiswanya. Leluconnya, sih, kadang-kadang lucu, tapi lebih sering ’garing’. Menghadiri kelas dosen seperti ini, lebih baik jangan pernah mengambil hati setiap leluconnya, apalagi kalau kita yang menjadi subjeknya.
Sikap dosen yang mempermalukan atau membuat mahasiswanya tidak nyaman bisa dikategorikan ke tahap bullying. Kalau sikapnya memang sudah keterlaluan dan menyinggung ’korban’, kita harus melaporkannya kepada pihak kampus sehingga tidak ada ’korban’ selanjutnya.

7.   PELIT NILAI
Masih ingat, kan, anekdot yang suka beredar dulu ”Nilai A hanya milik Tuhan”. Nah, dosen ini menganut anekdot tersebut. Makanya, dia sangat pelit memberi nilai dan menganggap semua mahasiswanya berada di bawah tingkat intelejensinya.
Biasanya, nih, dosen seperti ini punya mahasiswa kesayangan yang selalu lebih diperhatikan. Makanya, satu-satunya cara menghadapi dosen tipe ini adalah kita harus lebih cerdik. Maksudnya, kita harus bisa pandai-pandai mengambil hatinya dan menjadi anak kesayangannya. Salah satu caranya, banyak bertanya, tapi bukan untuk memojokan, dan banyak memuji.

8.   PENERIMA UPETI
Dosen tipe ini senang ’dimanjakan’ dengan hadiah dan upeti. Agak malas, sih, memang menghadapi dosen seperti ini. Kalau memang kita nggak kesulitan memberi, mungkin, dosen seperti ini bukanlah dosen yang sulit dihadapi, tapi kalau tidak ?
Selama prestasi akademis kita memeng baik-baik saja, nggak perlu khawatir dengan dosen ini. Nggak mungkin, kan, beliau memberi nilai yang menjatuhkan kalau nilai kita di mata kuliah lain baik-baik saja. Kalau memang merasa mampu mengikuti kuliahya, kita bisa menuntut bukti penilaiannya terhadap tugas kita.

tips n trik menghadapi skripsi

Tips Trik Menghadapi Ujian Sidang Skripsi

Beberapa pertanyaan seputar ujian skripsi yang biasa dihadapi mahasiswa, diantaranya sebagai berikut:

  1. Kalau kita tidak bisa jawab pertanyaan dari dosen penguji, kita harus diam saja atau bilang lupa /tidak tahu/ atau jawab rada ngaco yg penting jawab, atau gimana ??
  2. Bagaimana menghadapi dosen yang tukang “bantai” apa harus dilawan atau didiamkan saja alias manut saja dan mengikuti apa yang diinginkan sang penguji ataukah melawan saja?
  3. Untuk menghadapi sidang haruskah dengan “super serius” atau tetap “keep smile” dan takutnya kalau cengar-cengir dikira penguji tidak serius, tapi katanya segala sesuatu akan lebih baik jika diawali dengan senyum??
  4. Biasanya perlu berapa lama untuk mempersiapkan dan belajar sebelum menghadapi ujian sidang?
Ada kiat-kiat khusus ga sebelom ngadepin sidang?
Ternyata beragam jawaban muncul, Berikut beberapa jawaban dari rekan-rekan yang pernah mencicipi ujian sidang.
Tips & Triks Ujian Skripsi

  • Belajar yg bener, kuasain skripsi (waktu itu butuh 2 minggu-an buat kuasain materi)
  • Berdoa, beramal, berharap dewifortuna datang pas sidang
  • Jaga kesehatan

  • Jangan tegang
  • Jumlah pemirsa jangan banyak-banyak (makin banyak pemirsa, sepertinya dosen penguji jadi makin arogan& sangar)

  • Duduk manis
  • Senyum-sapa-salam (tentunya dengan hormat& sopan yg mendalam)
  • Pura-pura tegang (padahal sebenarnya tidak tegang, cuma biar dosennya agak iba dikit)
  • Jangan nyolot/nantang, sering-seringlah kasih smile supaya aga luluh
  • Beri umpan supaya dosen kepancing buat bertanya materi yang anda kuasai
  • Jangan sekali-kali menyebut istilah yang tidak anda kuasai, bisa jadi boomerang bagi anda, nantinya penguji bertanya sampai keakar-akarnya.
  • Tarik napas & elus dada begitu berhasil menjawab (pura-pura lega sekaligus tegang menghadapi next question, haha!!)
  • Ucapkan terimakasih & salamin satu persatu begitu selesai sidang (mungkin bisa nambah poin kesopanan.. Hehe)
  • Tunjukkan kebahagiaan& keharuan yang amat sangat karen berhasil mlewati “meja hijau”
  • Seharusnya jawab semua pertanyaan penguji walau salah. Daripada anda diam saja (jadi terlihat anda tidak menguasai materi / otak anda kosong).
  • Jujur, katakan tidak bisa, jangan sok tahu
  • Murah senyum tapi jangan kebanyakan
  • Jangan lupa doa

  • Latihan dulu sama dosen pembimbing kita
  • Percaya diri dengan diri kita sendiri
  • Bilang terus terang anda tidak tahu, atau kalau anda mengira pertanyaan penguji sedikit diluar konteks skripsi anda, bilang anda juga tidak membahas masalah itu, oleh karena di skripsi ada yg namanya “ruang lingkup pembahasan”
  • Ikutin saja keinginan para penguji, tidak akan anda dikatakan “goblo*” “*olol*” sampai puluhan kali walaupun sebenarnya itu dosen yg salah juga diam saja ditahan,,,, dosen punya ego yang tidak bisa kita lawan, ya, mengalah saja dan ikutin apa maunya, yang penting lulus kan? Bilang aja “iya pak” “baik” dll
  • Bawa suasana jadi enjoy, jangan tegang, smile all the time but keep it serious

  • Kalo anda buat skripsi dan memang baca banyak referensi waktu menyusun skripsi, santai aja. Jangan kebanyakan belajar sebelum hari-h, soalnya beberapa jam sebelum sidang bakal terasa gimana tegangnya,,, hahahah kemeja sampai basah kuyup walau di ruangan ber-ac.
  • Santai saja bos, jarang-jarang yg sidang disuruh mengulang, asal anda terlihat agak sedikit serius pasti lulus, yang namanya dibantai terima aja, pengalaman, jadi ada cerita nantinya.
  • Kalau bisa harus tetap jawab, salah juga bisa juga menjadi bahan penilaian, kalau anda diam ya nilai yudisiumnya kecil.
  • Biasa sajalah, normaly…jangan senyum melulu dan jangan tegang terus..

Berikut juga beberapa saran menghadapi sidang ujian skripsi
  • Berdoa dulu sebelum sidang, kalau sidangnya lebih dari 1 orang, doa bareng membuat hati anda lebih tenang dan lebih pede. Kalau ada penguji, silakan doa bareng penguji juga. Wakakak
  • Salah satu poin penting dari sidang adalah presentasi! Siapkan presentasi anda sebaik mungkin.Waktu presentasi hanya 15 menit, oleh karena itu harus latihan dulu. Latihan presentasi di ruangan besar dan kalau bisa di hadapan orang-orang. Cocokkan apa yang dibicarakan dengan slide dan nada berbicara jangan datar dan membosankan. Jangan gugup dan jangan melucu juga.
  • Jangan terlalu technical. Anggaplah kita sedang menawarkan suatu produk bisnis pada para calon client dan mereka tidak tahu apa-apa tentang apa yang kita tawarkan. Jangan memberi slide terlalu banyak tentang hal-hal technical yang cuma kalian yang ngerti. Misalnya kalau tentang database, sampai memberikan slide berisi daftar class hingga 4 class, dibacakan pula, itu membosankan sekali. Buatlah presentasi anda menekankan pada poin-poin berikut. Apa saja masalah yang ada selama ini, solusi apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut, mengapa penelitian anda di skripsi ini merupakan solusi yang sangat baik dan satu-satunya cara terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Jelaskan bahwa mengapa program anda benar-benar dibutuhkan. Kalau pada presentasi anda sudah terlalu teknis dan isinya rumus-rumus angka semua, dan dosen penguji sudah bosan, nilai presentasi anda sudah berkurang. Sadarlah bahwa anda membuat skripsi tersebut selama 1 semester, oleh karena itu anda mengerti semua hal-hal teknis yang anda buat. Tapi dosen penguji bisa jadi hanya membaca skripsi anda beberapa jam sebelumnya. Bukan berarti sama sekali tidak ada bagian teknis yang dijelaskan lho. Maksudnya jelaskannya jangan terlalu rumit. Buatlah sebisa mungkin jadi mudah dimengerti.
  • Kesimpulan yang ditulis pada presentasi dan pada buku, jangan ngambang! Saya sering sekali melihat orang nulis kesimpulan, dengan adanya metode ini, proses blablabla akan lebih baik, akan lebih cepat, dll. Itu sih semua orang juga tahu. Kalau tidak jadi lebih baik, untuk apa ada metode ini. Jelaskanlah mengapa penelitian anda membuat jadi lebih baik. Katakanlah dari hasil penelitian 400 kali percobaan, kami mendapat hasil keakuratan 85 persen dengan total keberhasilan 340 kali blablabla. Berikanlah angka-angka eksak dari hasil penelitian anda. Itulah kesimpulan yang tepat. Berdasar dari hasil penelitian anda.
  • Kalau ada revisi pada halaman tertentu, berikanlah sebelum presentasi. Dengan demikian dosen akan melihat terlebih dahulu dan mempelajarinya sebelum mulai sesi tanya jawab.
  • Sewaktu tanya jawab, jangan gugup. Wajah jangan tegang. Dosen akan menanyakan apa yang anda tulis di buku skripsi anda. Mengapa ini begini, mengapa ini begitu.
  • Jawablah semua pertanyaan dengan jawaban (maksudnya, jangan diam). Jangan bilang gak tahu juga. Jelaskan saja apa yang anda tahu dan mengapa anda menulis demikian. Kalau anda terbukti salah, jangan langsung bilang, “ya saya salah”. Cobalah jelaskan sebisanya mengapa anda berkesimpulan seperti itu. Tapi jangan ngotot benar juga kalau memang salah. Katakan saja hal ini akan direvisi nanti. Terima kasih atas masukannya (setelah sidang, apabila lulus, tetap akan ada revisi buku skripsi).
  • Ketika tanya jawab, jawaban anda juga gak boleh ngambang. Semuanya harus berdasar. Semua yang anda tulis di buku skripsi harus berdasar semua. Kalau anda menulis suatu statement, berikanlah referensi bahwa statement tersebut diambil dari buku ini halaman segini. Kalau berdasar pada pendapat pribadi anda, tuliskanlah hasil penelitian anda, mengapa anda bisa berpendapat demikian. Sehingga kalau ditanya dosen, anda bisa jawab, statement anda diambil dari buku ini halaman segini. Atau anda bisa bilang, “bapak bisa buka buku skripsi saya halaman 345, di situ ada penelitian saya yang hasilnya demikian demikian blablabla”. Penguji paling senang kalau semua jawaban anda berdasar.
  • Jangan menjelaskan terlalu pendek ketika tanya jawab. Jelaskanlah apa yang ditanyakan sebisa anda.
  • Kalau bisa demo, demokanlah hasil penelitian anda pada dosen untuk lebih memberikan gambaran pada dosen penguji, apa yang anda buat. Sadarlah lagi bahwa anda membuat skripsi ini selama 1 semester, sedangkan dosen hanya melihat skripsi anda beberapa jam saja, jadi bisa saja mereka menangkap hal yang berbeda jika anda hanya memberi penjelasan.
  • Sopanlah sejak mulai presentasi hingga tanya jawab. Gunakan bahasa2 yang formal. Ucapkan salam pada awal presentasi dengan menyebutkan nama2 dosen penguji kalau bisa.

  • Kalau sidangnya bertiga, jangan menjatuhkan jawaban dari teman anda. Kalau memang dia salah, jangan potong di tengah penjelasannya. Koreksilah jawaban teman anda apabila anda diberi kesempatan untuk menambahkan atau menjawab pertanyaan yang sama. Anda bisa bilang bahwa anda mau menambahkan sedikit dari penjelasan teman anda. Hal ini semata-mata untuk menghindari anda dicegat dan dianiaya oleh teman anda ketika pulang nanti. Wkwkwk..
  • Salah satu poin penting dari skripsi anda ialah apa kontribusi dari penelitian anda dari yang selama ini sudah ada. Apakah anda meningkatkan dunia ilmu pengetahuan, mengembangkan metode tertentu atau menjadi solusi masalah yang ada
  • Jangan malu-malu mengatakan kalau skripsi anda masih belum sempurna. Di bagian saran, beritahukanlah kekurangan dari skripsi anda dan apa yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut untuk penelitian berikutnya.
  • Jangan lupake wc dulu sebelum sidang. Bisa berabe kalau pengen ke wc sewaktu sidang.

  • Berpenampilan rapi dan tunjukkan bahwa anda sudah siap menjalani sidang. Jangan ada yang ketinggalan ini itu dan lupa ini itu.
Sudah itu, lanjut lagi ya..
  • Santai saja, jangan tegang, tunjukan kemampuan anda apa adanya. Kalo anda memang tidak bisa menjawab, lihat dulu pertanyaannya tentang apa?. Kalau diluar topik skripsi, tapi masih dalam lingkup yang sama, maksud saya masih tentang akunting, ya, sudah jawab saja sebisa anda, tapi kalau sudah diluar itu yah jawab saja sesuai logika semampu anda.
  • Ketahui terlebih dahulu kira-kira siapa dosen penguji anda dan bisa tahu kebiasaan dan kesukaan dosen penguji, itu akan cukup membantu anda (contoh, kalau tahu dapat dosen penguji yang agak ‘gila hormat’, maka kalau menjawab agak ‘merendah’ sambil ‘menyanjung’ kepintaran dosen itu, misalnya)
  • Anda tidak bisa menjawab karena apa dulu? Kalau karena pertanyaannya tidak jelas, mungkin bisa minta dosennya menjelaskan apa maksudnya, tidak usah malu-malu. Kalau memang tidak tahu, nah ini agak masalah. Coba jawab sebisanya, dengan catatan jangan ngawur tapi sebisanya sesuai dengan pengetahuan yang ada, ingat, dosen itu kalau tanya 60-80% itu mau ngetes mental kita, jadi biasanya sudah tahu jawabannya. Kalau dijawab ngawur, wah bisa tambah beringas pertanyaanya semakin memojokkan kita.
  • Jawaban setuju dan turutin saja deh, sukur2 kalau dosen pembimbingnya baik. Sebenarnya dosen pembimbing itu juga punya tugas ‘menyetop’ pertanyaan yang udah keluar jalur dari tesis kita. Kalau dosen pembimbingnya kurang aktif, ya udah turutin aja tuh dosen killer.
  • Bukan super serius juga bukan super konyol, hehehe. Intinya: Tampilkan wajah yang penuh percaya diri tapi tidak arogan. Jadi wajah yang: saya siap, silahkan tanya apa saja, hehehe. Ingat, 1 menit pertama mulai masuk ruangan sampai pertama keluar suara anda, itulah yang paling menentukan, karena pada saat itu sang dosen akan ‘menilai’ anda, apa anda siap atau tidak. Jika masuk udah langkah kaku keringatan, terus ucapan pertama gemetaran sama oktaf naik satu tingkat, wah langsung diterkam tuh!
  • Ini juga saya setuju dengan rekan-rekan yang lain. Intinya, kalau tesis itu anda buat sendiri mulai awal hingga akhir, sebenarnya anda tidak perlu kebut semalam lagi, anda sudah siap! Tinggal siapkan mental anda dan bangun kembali rasa percaya diri anda, jangan kuatir, paaasti bisa
  • Secara umum, tunjukkan sikap tidak menggurui, kita berasumsi bahwa mereka sudah tahu, jadi tidak perlu dijelaskan secara terlalu detil, cukup intinya aja.
  • Jangan menggunakan kata-kata yang menyerang, seperti “masa bapak kayak gini aja ga tau?” eh, jangan salah, kata-kata sejenis kalau kita terjebak sering tidak sadar keluar
  • Kuasai benar bidang skripsi kita, sebelum ujian, bayangkan kira-kira celah-celah mana yang mungkin lemah di konsep kita. Cari dulu jawabannya, biar pas ditanyakan sudah tahu jawabannya.
  • Jawab dengan kepala dingin, jangan emosi, walaupun dosen memojokkan kita! Yakinlah bahwa semakin memojokkan sesungguhnya dosen itu sayang sama kita, karena ingin kita benar-benar tahu apa yang kita teliti. Emosi bisa mengganggu aliran neurotransmitter di otak (ini hasil penelitian lho), jadi pikiran kita tidak bekerja maksimal
  • Pertama-pertama, ya smile dikit, tapi kalau dosennya bertanya anda dengar dengan serius
  • Anda usahakan harus tenang .. Jangan diam.

Semoga berkenan dan menjadi manfaat buat yang menghadapi sidang ujian skripsi.. Kiranya.
Atau mungkin barangkali akan ada beberapa resep baru dari rekan-rekan untuk ditambahkan di sini.

hilangkan stress

Setiap orang tentu pernah alami suatu masalah dan bahkan ada yang sampai mengalami stress, sebenarnya Stres dalam kehidupan seseorang merupakan hal yang baik, namun akan menimbulkan masalah bila stres itu berlebihan. Kita bisa mencoba tips berikut ini untuk membantu kita menjalani kehidupan dengan fikiran sehat. Karena dengan berpikir sehat, kita bisa mengatasi stres lebih efektif.
- Berikan tidur yang cukup dan teratur. Waktu istirahat yang cukup dapat memberi kesegaran dan membuat kita lebih energik.
- Lakukan olah raga secara teratur, hilangkan ketegangan dengan melakukan aktivitas-aktivitas positif antara lain berolahraga seperti bermain tenis, jogging, jalan kaki. Atau jika kita gemar dengan berkebun bisa dengannya.
- Cintailah diri anda, maafkan kesalahan anda dan perhatikan kebutuhan anda.
- Belajar dan berlatih relaksasi, seperti menarik napas panjang dan relaksasi otot dengan teratur.
- Pertahankan diet/makan yang seimbang dan teratur.
- Belajarlah untuk menerima apa yang tidak mungkin dapat diubah oleh manusia.
- Kerjakan dan selesaikan masalah anda satu persatu, berikan prioritas didalam menyelesaikannya. Jangan mengharapkan sesuatu dengan berlebihan.
- Cobalah sesuatu yang baru, misalnya makan ditempat yang baru atau mengunjungi tempat-tempat yang  bersuasana baru bagi anda.
- Luangkan waktu untuk diri sendiri. Cari waktu dan tempat yang menurut anda bisa mendapatkan ketenangan dan privacy.
Ungkapkan masalahnya, bicarakan masalah anda dengan teman dekat atau seorang ahli/konselor. Orang lain mungkin bisa melihat masalah anda dari sudut yang berbeda dan dapat menyarankan solusi yang tepat.
- Belajarlah untuk lebih rileks, dengan meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang anda sukai. Karena jika sesuatu dilakukan karena anda sukai, maka hasilnya lebih bagus daripada anda melakukan sesuatu karena terpaksa.
Point yang terakhir, hindari penggunaan drug (obat-obatan terlarang) atau alkohol sebagai alat untuk menghilangkan stres anda, karena keduanya tidak akan menyelesaikan masalah penyebab stres anda melainkan hanya akan menjadi masalah/stres baru bagi anda.

percaya diri

Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya diri sesekali waktu. Adakalanya agak sulit untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri itu sewaktu kita sedang membutuhkan. Sebenarnya ada latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mendapatkan rasa percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat dibutuhkan. Berikut tujuh langkah membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.
1. Perhatikan Postur Tubuh
Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan yanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.
2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif
Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.
3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri
Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.
4. Latihan
Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur.
Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.
5. Kenali Diri Sendiri
Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang – Apa yang mereka katakan – Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.
6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri
Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.
7. Jangan Takut Mengambil Resiko
Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan ha-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.
Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun
rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.

10 alasan pakai mjilbab

ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab
Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya.
Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci. Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?
ALASAN II : Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.
Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAWW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.” (Ahmad). Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . “ (QS. An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)
Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.
ALASAN III : Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.
Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang yang membohongi dirinya sendiri dengan mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?” Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS An-Nahl : 43). Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.
Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..”(QS. AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAWW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; “sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS. Al-Hujurat:13).Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.
ALASAN IV : Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.
Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui..”(QS At-Taubah : 81). Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat tali besar untuk menarikmu dari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka. Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat; “mereka tidak merasakan kesejukan didalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah” (QS. AN-NABA 78:24-25). Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.
ALASAN V : Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.
Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka takut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu? Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAWW bersabda; “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.” Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman; “maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. AL BAQARAH 2:66). Kesimpulannya, apabila kau memang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.
ALASAN VI : Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.
Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti. Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. TAHA 20:124). Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?
Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanmu kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.
ALASAN VII : Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS.Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?
Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat : “janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya” (QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT: “katakanlah kepada istri-istrimu,
anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab 33:59). Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini? Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?
ALASAN VIII : Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk oleh-Nya.
Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus” serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab? Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.
ALASAN IX : Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.
Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda; “tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34] saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21).
Saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik, “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri”(QS Al-Hashr 59: 19) saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.Kesimpulannya, berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.
ALASAN X : Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!
Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.
Saudariku,
Jangan biarkan tubuhmu dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan” (QS Ali ‘Imran 3:185). Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !”
Sumber oleh : Dr. Huwayda Ismaeel
PS: Thanks ya Arlis atas artikelnya. Dan bagi teman-teman yang udah membaca artikel ini segera sampaikan kepada keluarga, saudara dan sahabat kita yang belum mengetahuinya ya ^^ . Insya Allah

hilangkan streess

Setiap orang tentu pernah alami suatu masalah dan bahkan ada yang sampai mengalami stress, sebenarnya Stres dalam kehidupan seseorang merupakan hal yang baik, namun akan menimbulkan masalah bila stres itu berlebihan. Kita bisa mencoba tips berikut ini untuk membantu kita menjalani kehidupan dengan fikiran sehat. Karena dengan berpikir sehat, kita bisa mengatasi stres lebih efektif.
- Berikan tidur yang cukup dan teratur. Waktu istirahat yang cukup dapat memberi kesegaran dan membuat kita lebih energik.
- Lakukan olah raga secara teratur, hilangkan ketegangan dengan melakukan aktivitas-aktivitas positif antara lain berolahraga seperti bermain tenis, jogging, jalan kaki. Atau jika kita gemar dengan berkebun bisa dengannya.
- Cintailah diri anda, maafkan kesalahan anda dan perhatikan kebutuhan anda.
- Belajar dan berlatih relaksasi, seperti menarik napas panjang dan relaksasi otot dengan teratur.
- Pertahankan diet/makan yang seimbang dan teratur.
- Belajarlah untuk menerima apa yang tidak mungkin dapat diubah oleh manusia.
- Kerjakan dan selesaikan masalah anda satu persatu, berikan prioritas didalam menyelesaikannya. Jangan mengharapkan sesuatu dengan berlebihan.
- Cobalah sesuatu yang baru, misalnya makan ditempat yang baru atau mengunjungi tempat-tempat yang  bersuasana baru bagi anda.
- Luangkan waktu untuk diri sendiri. Cari waktu dan tempat yang menurut anda bisa mendapatkan ketenangan dan privacy.
Ungkapkan masalahnya, bicarakan masalah anda dengan teman dekat atau seorang ahli/konselor. Orang lain mungkin bisa melihat masalah anda dari sudut yang berbeda dan dapat menyarankan solusi yang tepat.
- Belajarlah untuk lebih rileks, dengan meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang anda sukai. Karena jika sesuatu dilakukan karena anda sukai, maka hasilnya lebih bagus daripada anda melakukan sesuatu karena terpaksa.
Point yang terakhir, hindari penggunaan drug (obat-obatan terlarang) atau alkohol sebagai alat untuk menghilangkan stres anda, karena keduanya tidak akan menyelesaikan masalah penyebab stres anda melainkan hanya akan menjadi masalah/stres baru bagi anda.

Minggu, 17 April 2011

bahasa inggris STAN

Causative adalah Kalimat yang menyatakan bahwa orang lain lah yang melakukan pekerjaan untuk subjek kalimat. Bentuk Causative ini beraneka ragam. Anda dapat menggunakan salah satu dari penjelasan di bawah ini: Selamat belajar:

1. Active Causative a. Causative "Have " Rumus:

Contoh:
  1. I have him clean my shoes (saya menyuruhnya membersihkan sepatuku)
  2. Mary has George climbs the tree
  3. You must haveSusie study hard
b. Causative "Get" Rumus: to infinitive

Contoh:
  1. He gets John to brush the shoes
  2. They get me to wash the clothes
  3. She will get Anne to accompany her to the party tomorrow
2. Passive Causative Rumus:

Contoh:
  1. The government got the bridge built quickly
  2. We must have the floor cleaned as soon as possible
Tambahan:
a. Causative "Make"

Penggunaannya sama dengan causative di atas, namun perintahnya lebih keras (sedikit memaksa) Rumus: Kata kerja bentuk I

Contoh:
  1. The teacher always makes the students stay in their own seats
  2. Bob made his son be quiet in the library
b. Causative "Want" Rumus: Kata Kerja Bentuk III

Contoh:
  1. I  want  this chairs painted (saya mau kursi-kursi ini dicat)
  2. He wants the cars repaired


SUMBER LAIN

CAUSATIVE
HAVE & GET

Causative adalah kalimat yang digunakan untuk menyuruh orang lain untuk mengerjakan sesuatu. Bentuk suruhan ini ada dua macam, yaitu menggunakan bentuk “have(has/had) dan get (gets/got).


Tiga bentuk Causative menggunakan “Get” dan “Have”
1. Causative Menggunakan Get dengan obyek orang/manusia
Bentuk kalimat :
S + get(gets/got) + orang + to infinitive
Contoh :
Yesterday, he got the woman to wash the shirt.

2. Causative Menggunakan Have dengan Obyek orang/manusia
Bentuk kalimat :
S + have (has/had) + orang + Verb1
Contoh :
Yesterday, he had the woman wash the shirt.

3. Causative Menggunakan Get atau Have dengan Obyek Benda
Apabila have/get diikuti obyek pasif(benda), maka bentuk kalimat :
S + have /Get + benda + Verb3
Contoh :
I get my motorcycle repaired.

Catatan :
Bentuk Have dam get bisa berubah tenses menjadi had, will have, got dan sebagainya, tanpa mengubah verb(kata kerja) yang mengikutinya.
Hal yang pertama dilihat dari Causative adalah obyek yang mengikuti have/get. Jika obyek yang mengikuti adalah benda, maka bisa dipastikan Verb nya ada pada bentuk ketiga (V3). Sedangkan jika orang/manusia maka tergantung yang digunakan, jika Get pasti menggunakan to infinitive kalau Have menggunakan Verb1
<!-- google_ad_client = "pub-3070509324919220"; google_ad_host = "pub-1556223355139109"; google_ad_host_channel="00000"; /* 300x250, dibuat 09/01/10 baru lagi nich */ google_ad_slot = "7896937217"; google_ad_width = 300; google_ad_height = 250; // -->
SUMBER LAIN

Certain verbs can be used to express a causal relationship between the subject and object in a sentence. Some of them require a "to" while others do not. Note the following patterns:
    With "to"S + V + O + to V (O) I allowed Jim to clean up the mess. I asked Jim to clean up the mess. I told Jim to clean up the mess. I persuaded Jim to clean up the mess.* Without "to"S + V + O + V (O) I let Jim clean up the mess. I had Jim clean up the mess. I made Jim clean up the mess.
*Other verbs which use this pattern are require, command, force, order, remind, and urge. The verb help can be used with or without "to": Help Jim (to) clean up the mess.
Some verbs use the pattern, S + V that S + V (the second verb is in the base form)
    I insisted that Laura do her homework.I suggested that Laura do her homework. I recommended that Laura do her homework. (not "does") *Other verbs which can be used with this pattern are ask, require, request, and demand.
The most common error with causatives is using "to" unnecessarily. For example,
    We made Kevin to finish his supper.
nversions in English: Fullspate Grammar LessonWhat is an inversion? In general, an "inversion" is a changed order of things. If X usually comes before Y, the inverted order will be Y first, then X. When looking at the grammar of the English language we see inversions for instance in the normal order of the subject and the verb in a sentence. To explain what an inversion is in English, first think of a simple sentence like: "Graffiti is ugly." In sentences like this the subject (graffiti) must come before the verb (is). This is the normal order. The most common example of the inverted order of the subject and the verb is seen in questions such as: "Is graffiti ugly?" The English language often uses this kind of inversion to make a question, but this is not the only time that the normal order of the subject and the verb in a sentence is inverted.
In the ECPE grammar section there will be a few questions where you have to spot the correct order of the words. Sometimes an inversion is needed; sometimes not.

1 Questions and sentences that might look like questions
The ECPE grammar section might try to trick you with a sentence that might look like a question when it isn't.
They are bound to ask us _____.
  1. if has been cancelled the order
  2. why the order was cancelled
  3. why did we cancel the order
  4. the reason to be cancelled the order
We need "why" to complete this sentence but option c is wrong because this sentence is not a question (so we don't want the inverted verb-subject word order). The correct answer is b.
Don't be caught out by longer questions that have the inversion in an initial phrase such as: "Could you tell me..." "Would you mind..." etc. If there is an inversion at the beginning like this, there won't be another inversion in the main part of the sentence. For example:
Would you be so kind as to tell me where the money is? (Not "...where is the money")
And don't be caught out by sentences used to make enquiries that are not really questions.
"I wonder if you could tell me when the next train to Houston is due." (Not "...when is the next train to Houston due")
2 Inversions with "so", "neither" and "nor"
When "so", "neither" and "nor" are used to make short agreements they are followed by an inversion.
"I am not into hip hop."
"Neither am I."
(Or: "Nor am I.")
"I am fond of flamenco dancing."
"So am I."
Or they can be used in the following way (also including an inversion).
Jennifer buys only organic fruit and vegetables, and so does Hugh.
They don't mind the higher prices, and neither do we.
(Or: ...nor do we.)
3 Inversions after negative adverbials
There are some words and phrases that function as adverbials that sometimes need an inversion. Look at these two sentences.
Bob rarely speaks to himself.
Rarely does Bob speak to himself.
The adverb here is "rarely". If it comes after the subject, there is no inversion (as in the first sentence), but if it comes before the subject, we need an inversion. The word order is inverted and in the case of the sentence about Bob we use the auxilliary verb "does" in the same way we do in questions (although this isn't a question).
The sentence with the inversion sounds more formal or more literary, and sentences like this are less common in ordinary conversation.
Here are some examples with other phrases used in the same way.

Seldom does Bob get invited to parties. (seldom = rarely)
Never have we seen such a breathtaking view.
At no time did the prisoner look as if he might confess.
Not only is she a great dancer but she is also an amazing mathematician.
Not until she took up rock climbing did she overcome her fear of heights.
Under no circumstances* will prisoners be allowed to give interviews to the media.
Little** did she realize that her grandmother was really a wolf.
* This is used to describe rules for which there are no exceptions. The alternative without the inversion is: Prisoners will not be allowed to give interviews to the media under any circumstances.
** This means that the girl didn't realize at all that her grandmother was really a wolf.
N.B. Remember that no inversion is possible if the adverbial doesn't come before the subject. Compare the following sentences with the corresponding sentences above.
She is not only a great dancer but she is also an amazing mathematician.
It was not until Effie left Brooklyn that she realized how attached she had become to the place.

The following three are used to describe an event that happened immediately after another.

Hardly had he stepped outside when it started to rain.
Scarcely had he stepped outside when it started to rain.
No sooner had he stepped outside than it started to rain.
Note that the past perfect tense is used to describe the event that happened first.

The following sentences with "only" include inversions. Note that it is not always the first verb that is inverted.
Only after he arrived at the airport did he look for his passport.
Only if you look through this dark glass will you be able to see the spots on the sun.
We accepted the invitation. Only later did we suspect it might be a trap.
Only by threatening extreme physical violence was the teacher able to control the class.
Note that there is no inversion when "only" is used in the following way.
Only Fiona knew the answer to the question.
3 Conditionals with inversions
In conditional (hypothetical) sentences we can sometimes drop "if" and use an inversion.
Should you see Nigel, give him my regards.
Were I in your shoes, I would make a formal complaint.
Had I known it was her birthday, I would have bought her a gift.
Note that "should", "were" and "had" are the only verbs that can be inverted in this way. (And "were" is also used with he, she and it.)

4 Inversions with "as"
Elisabeth was too shy to dance, as was Gerald.
She decided to leave early, as did Gerald.
In these sentences "as" indicates the similarity between two things.

5 Inversions with "so" and "such"
So excited were they that they couldn't sit still.
Such was their excitement that they began to jump up and down.
Note that "so" is followed by an adjective and "such" can be replaced by "so great" (So great was their excitement that...).

6 Inversions after adjectives
A few very literary sentences begin with an adjective and include an inversion.
Blessed are the children who are still unaware of what the future holds.
Gone* are the days when I could have been happy.

* Here the past participle is used like an adjective.
However there is no inversion in the following sentence.
Strange as it may seem, we were sorry to leave in the end.


   Rewrite the following sentences without changing the meaning.
   Begin as shown.



1  Examples:
    
No-one should enter this room under/in any circumstances.
    
Under/In no circumstances should anyone enter this room.
   She  
at no time told me who she was/She didn’t tell me who
   she was  
at any time.
    
At no time did she tell me who she was.
   I have  
rarely seen such a beautiful butterfly.
    
Rarely have I seen such a beautiful butterfly.
   I have  
never heard such a stupid thing.
    
Never have I heard such a stupid thing.
   I did not witness the robbery,  
either.
    

Neither/Nor1 (less formal) did I witness the robbery.

   When a sentence contains a negative word or expression
2, it
   is sometimes placed at the beginning in formal English to

   give a more dramatic effect. However, the order of the
   sentence is the same as though it were an interrogative
   sentence
3.


a  We have seldom fished so much here. (Seldom...)
b  They are in no way responsible for what occurred last night.

   (In no way...)
c  You should not on any account take these pills when you

   drink alcohol. (On no account...)
d  She not once offered us her help. (Not once...)

e  I did not became aware of what was going on until I saw
   her weeping. (Not until...)



2  Examples:
    
It was only when my children arrived home safely that I
   felt relieved.
   Only when my children arrived home safely did I feel relieved.
   We did  
not know anything about what was going to happen to us
   next.
   Little did we know about what was going to happen to us next.
   I  
well remember when I saw her for the first time.
    
Well do I remember when I saw her for the first time.
    
I was so happy that I arranged a big party/My happines was
   such
 that I arranged a big party.
    
So happy was I that I arranged a big party/Such4 was my
   
happines that I arranged a big party.
   I waited for you to come back  
many times/many a time.
    
Many is the time (that5) I waited for you to come back/Many a
   time

 did I wait for you to come back.


   Notice that if we put some words or phrases at the beginning
   of the sentence, inversion is required.

a  She agreed to go out with him only when he bought her some

   flowers. (Only when...)
b  We little realised the dangers that were awaiting us. (Little

   ...)
c  He was so tired that he slept for fourteen hours. (So tired

   ...)
d  My delight was such that I bought everybody a drink. (Such...)

e  I love him to such an extent that I would even give my life
   for him. (To such an extent...)



3  Examples:
   
We had hardly/scarcely/barely
6 started to watch the film when
   the light went off.

   Hardly/Scarcely/Barely had we started to watch
   the film when the light went off.

   I felt much better after I took a sachet of this medicine/I
   had  
no sooner taken a sachet of this medicine than I felt
   much better.

   No sooner had I taken a sachet of this medicine than I felt
   much better.

   They had no sooner started the engine than the car exploded/
    
Immediately they started the engine, the car exploded.
    
No sooner had they started the engine than the car exploded.
   I was  
no sooner informed of the facts than I took legal
   action/ 
As soon as I was informed of the facts, I took legal
   action.

   No sooner was I informed of the facts than I took legal
   action.

   As soon as he sees a pretty girl, he asks her to go out with
   him/He  
no sooner sees a pretty girl than he asks her to go
   out with him.

   No sooner does he see a pretty girl than he asks her to go out
   with him.
   They not only took care of me, but (they) also
7 treated me as
   if I were their own daughter.

   Not only did they take care of me, but (they) also treated me
   as if I were their own daughter.


a  They not only supply us with food, but also with drinks.
   (Not only...)

b  We had no sooner eaten it than we had a terrible stomach-ache.
   (No sooner...)

c  I had hardly gone to bed when the telephone rang. (Hardly...)
d  She took him to the zoo and to the cinema as well. (Not only

   ...)
e  The cock crows as soon as the day breaks. (No sooner...)



4  Examples:
   
If you should need a sun protection cream, please tell me.
    
Should you need a sun protection cream, please tell me.
    
If I were you, I would try to fascinate her.
    
Were I you, I would try to fascinate her.
    
If they had confessed everything, they would have been
   expelled from school.

   Had they confessed everything, they would have been expelled
   from school.



   For details,
see unit 24, section 14.


a  If you should need a good make-up remover, please let me
   know. (Should...)

b  If I were to win the first prize in the national lottery, I
   would no longer work. (Were...)

c  If you hadn’t flooded the engine, it would have started at
   once. (Had you...)

d  If my parents should need me, I will never let them
   down. (Should...)

e  If I were in your place, I would try to be more assertive.
   (Were...)


5  Examples
8:
    
Peter goes up again.
    

Up goes Peter again. (But Up he goes again)
    
The beautiful scenery I had been told about lay/was below me.
    

Below me lay/was the beautiful scenery I had been told about.


   In the first case, we have a verb of movement. In the second,
   an intransitive verb or the verb  

be is required. The inverted
   sentences give an emphatic effect, but they mean the same as

   the non-inverted ones. Note that we do not use do, does or
    

did with this type of inversion.


a  My brother went off without saying a word. (Off...)
b  He went off without saying a word. (Off...)

c  Her toys were along the corridor. (Along the corridor...)
d  The castle stands on a hill. (On a hill...)

e  Your chance to speak out is now. (Now...)




6  Revision exercise.
a  You shouldn’t in any way consider him as your worst enemy. (In

   no way...)
b  You must on no account upset your parents. (On no account...)

c  Mr and Mrs Adam live across the bridge. (Across the bridge...)
d  I was so scared that I could not even scream. (So scared...)

e  The horrific view of the massacre was in front of us. (In
   front of us...)

f  The canyon lies behind those mountains. (Behind those
   mountains...)

g  He only then became aware of the dangers of the jungle.
   (Only then...)

h  She had scarcely begun to study when her boyfriend rang the
   bell. (Scarcely...)

i  I won’t go trekking with him. (No way...)
j  My terror was such that I couldn’t move. (Such...)

k  I had no sooner switched on the dishwasher than it broke down.
   (No sooner...)

l  As soon as he saw her, he fell in love with her. (No sooner
   ...)

m  If we had known that you were interested in buying the block
   of flats, we would have sold it to you. (Had...)

n  Your mother went down the road. (Down the road...)
o  She went down the road. (Down the road...)

p  This disease is common only in hot countries. (Only in
   hot countries...)
q  You will never again
9 have such an opportunity. (Never again
   ...)

r  We not only wrote to her many times, but telephone her twice,
   too. (Not only...)

s  Immediately he learnt about his mother’s incurable disease,
   he cried his eyes out. (No sooner...)

t  We have both put aside some money and stocked up with a
   lot of groceries from the shop next door. (Not only...)

u  I did not use suntan lotion, either. (Neither...)
v  The wood pigeon flew up. (Up...)

w  If you should increase our wages, we will work overtime.
   (Should...)

x  She had hardly taken everything out of the picnic basket when
   it began to rain. (Hardly...)

y  If you were to buy a new car, which of these would you
   choose? (Were...)

z  My humiliation was such that I did not know what to do. (Such
   ...)



____________________

1  Note the following, as well:
     ‘ 
I don’t like meat.’
     ‘ 

Neither/Nor do I’ (Compare: I don’t either.)
   The opposite is  

So do I. See unit 5.

2  Observe that words or expressions like neverrarely and
    

seldom are considered negative in English.
3 
See unit 1.
4 
See also unit 17, section 5, footnote 2.

5  When is also possible, but less usual.

6  Hardly (the most usual), scarcely and barely go with the
   past perfect tense.  

No sooner may also be used with other
   tenses, but never for actions that will take place in the
   future. You cannot therefore say: No sooner do I see her,
   I will invite her to my birthday party.


7  Instead of also, we can use too or as well:
      
They not only took care of me, but (they) treated me as
     if I were their own daughter(,)  
too/as well.
     Not only did they take care of me, but (they) treated me

     as if I were their own daughter(,) too/as well.

8  Compare the following:
     ‘Where are my socks?’

     ‘I don’t know, but I’ll help you to look for them.’
     (After a while)

     ‘Here are your socks!’ (But Here they are!)


     Mother (on the phone): Have you seen my son anywhere?
     Uncle: He’s  

here with us.


     ‘There goes your girlfriend.’ (But There she goes.)
     ‘Oh, thank you... Margaret!’

     ‘Do you know if Margaret is at home?’

     ‘On, yes! She’s there.’

9  Or You will never have such an opportunity again.
Author: Miquel Molina i Diez
     Pages: 1 and the key


Characteristics of the Subject
FUNCTION
PAGE 3/9 The grammatical Subject has a number of characteristics which we will examine here.
1. Subject-Verb Inversion
In a declarative sentence, the Subject comes before the verb:
Declarative
interrogative, the Subject and the verb change places with each other: When we change this into a
<!-- var number = navigator.appVersion if (number.indexOf("4") != "-1") { document.write ('<TR>') document.write ('<form>
') document.write (' <tr>
<input type="BUTTON" name="Button" value="Show me..." onClick="showAni()">
') document.write ('
<font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="-2">Click here to see how the subject and verb change places') document.write ('</font>
</tr></form>') document.write (' </TR> ') } else { document.write ('<TR>') document.write ('
<FONT FACE="Arial, Helvetica, sans-serif"><FONT SIZE="-1">Interrogative:</FONT><FONT SIZE="-1"> Is David unwell? </FONT></FONT>
') document.write (' </TR> ') } // -->
Interrogative:
If an auxiliary verb is present, however, the Subject changes places with the auxiliary:
left already? Declarative:
-auxiliary: In this interrogative, the Subject still comes before the main verb, but after the auxiliary. This is true also of interrogatives with a

Declarative:
Interrogative:
Subject-verb inversion is probably the most reliable method of identifying the Subject of a sentence.
2. Position of the Subject
constituent: In a declarative sentence, the Subject is usually the
Jim
However, there are exceptions to this. For instance:
the theatre was closed
, inverts with the verb in the interrogative: , and not , but this is not the Subject of the sentence. Notice that Here, the first constituent is the adverb phrase
YesterdayDeclarative
, even though it is not the first constituent in the sentence. So the Subject here is
3. Subject-verb Agreement
Subject-verb AGREEMENT or CONCORD relates to number agreement (singular or plural) between the Subject and the verb which follows it:
The dogs
There are two important limitations to Subject-verb agreement. Firstly, agreement only applies when the verb is in the present tense. In the past tense, there is no overt agreement between the Subject and the verb:
all night The dogs howl
And secondly, agreement applies only to third person Subjects. There is no distinction, for example, between a first person singular Subject and a first person plural Subject:
I
The concept of NOTIONAL AGREEMENT sometimes comes into play:
considering the proposal The government
. , the Subject is interpreted as having a plural meaning, since it relates to a collection of individual people. Accordingly, the verb has the plural form , the Subject is interpreted as a unit, requiring a singular form of the verb. In Here, the form of the verb is not determined by the form of the Subject. Instead, it is determined by how we interpret the Subject. In

4. Subjective Pronouns

: , always function as Subjects, in contrast with The pronouns
I
left early *
left early *
left early *
can also be a Subject: The pronoun
You
: , not but it does not always perform this function. In the following example, the Subject is
Tom likes you

List of 18 Types of Subject/Verb Inversion
Any questions? Ask TestMagic!
There are at least eighteen types of inversion:
1. neg intro
2. intro adverbial (in, down, prepositional phrase)
3. intro -ed
4. comparative
5. intro comparative
6. as
7. so... that...
8. had, should, were
9. there is
10. here is
11. intro -ing
12. emphasis
13. the bigger, the better
14. questions
15. "story speech"
16. nor
17. so do I/neither do I
18. intro adjective

Type
Examples
Notes
1. neg intro
Never do I sleep.
Only at night can I study.
In no way could I help you with your Japanese grammar question.
I believe that only rarely will I need your help.
Not until I got home did I realize that my shoes were untied.
Question form is obligatory.
Used with all verbs.
This one is very common on the TOEFL and somewhat common on the GMAT and GRE.
We need to learn the various types of words and phrases that require this type of inversion.
Notice that sometimes the inversion occurs right after the neg intro form and sometimes it occurs in the next subject and verb.
See Neg Intro for more info.
2. intro adverbial
Into the room ran the lady.
First comes love, then comes marriage.
After A comes B, then comes C, next comes D.
Down came the rain and washed the spider out.
Inversion is optional.
Used with be-verbs, linking verbs, and verbs of direction.
This one is less common on the TOEFL, but more common on the GMAT and GRE.
Notice that sometimes we have an adverb, like first and down and sometimes we have an adverb phrase like into the room or after A. These adverbs and adverb phrases usually show location or direction.
This type of inversion usually only occurs with be-verbs, linking verbs and verbs that show direction or movement, like come, go, run, etc.
3. intro –ed
Found in San Francisco is Lombard Street, the so-called crookedest street in the world.
Lost among the old tables and chairs was the priceless Victorian desk.
Located between San Francisco and Marin County is the Golden Gate Bridge.
Inversion is obligatory.
Used with be-verbs.
This one is very common on the TOEFL, GMAT, and GRE.
This type of inversion usually occurs with be-verbs, but sometimes with linking verbs.
Notice that the phrase is the complement of the be-verb.
4. comparatives
Cheetahs run faster than do antelopes.
You speak Chinese better than do I.
Jessica is more interested in Computer Science than is Benjamin.
Inversion is optional.
Used with all verbs.
This form of inversion is common on the TOEFL, GMAT, and GRE.
We normally only have inversion here if we are comparing subjects of the verb, not objects. For example, in the following two sentences, we are comparing objects, carrots and potatoes, not the subject I.:
J I like carrots more than I do potatoes. J
L I like carrots more than do I like potatoes. L
Now, in this sentence, we are comparing subjects, I and my friend Carl:
J I like carrots more than does my friend Carl. J
5. intro comparative
Bigger than an apatosaur is the blue whale.
More important than your personal statement is your GPA.
No less impressive than the invention of the laser was the development of the wheel.
Inversion is obligatory.
Used with be-verbs.
This form is more common on the GMAT and GRE than it is on the TOEFL.
Notice that we can only use this form of inversion when the verb is a be-verb since in every case, the comparative is the complement of the be-verb.
Remember that less than is also a comparative.
6. as
Megumi is from Japan, as is Sato.
So-eun wants to leave early today, as does Oi.
If thrown into the water, camels can swim, as can cats.
Inversion is obligatory.
Used with all verbs.
We can only use inversion if we are using as for comparisons.
as is one of the trickiest words in English; it can have many different meanings.
7. so… that…
So happy was I that I bought flowers for everybody in class.
So quickly did she leave that we did not even realize was gone.
So rarely does a comet appear visible to the naked eye that when one does, it is considered a major event.
Question form is obligatory.
Used with all verbs.
This is not so common on the TOEFL, but is fairly common on the GMAT and GRE.
The so… that… clause must before the verb in for this type of inversion.
8. had, should, were for if-clauses
Had I remembered Tomomi's birthday, she wouldn’t be mad at me now.
Note that the word if does NOT appear in the clause when inversion is used:
Had I remembered = If I had remembered
Should you need a hand, I will be more than happy to help you.
Should you need a hand = If you should need a hand
Were I you, I think I would study more for your exam tomorrow.
Were I you = If I were you
Inversion is obligatory.
Used with all verbs.
This is somewhat common on the TOEFL and more common on the GMAT and GRE.
This type of inversion is kind of special. Notice that we can only use this type of inversion when we are using an if-clause. In other words, if is omitted: even though the word if does not appear in the clause, we still have the meaning of an if-clause.
For more information, see had, should, were.
9. there is, there are, there exists, there comes, etc.
There is a good restaurant nearby.
There comes a time in every person’s life when she realizes that she is responsible for her own happiness, not other people.
Scientists hypothesize that there exists a certain type of particle that can travel faster than the speed of light.
Inversion is obligatory.
Usually used only with these verbs.
This form of inversion is common on the TOEFL, GMAT, and GRE, as well as in spoken and written English.
Most people remember there is and there are. BUT we must also remember that there are other verbs that we can use instead of is and are. The most common ones are exist, come, and go.
10. here is, here are, here comes, here come
Here is some good food for you to try.
Here are the books that I don’t need anymore.
Here comes the bus!
Inversion is obligatory.
Usually used only with these verbs.
You will probably not see this on the grammar section of the TOEFL or on the GMAT or GRE. It could, however, appear on the Listening Comprehension Section of the TOEFL. We use this form mostly in spoken English.
11. intro -ing
Burning out of control was the forest located in the foothills of the Sierra Nevada mountains.
Coming in last in the race was Joe "Elephant Legs" Blow.
Not helping the situation was little Susie, who was throwing newspaper on the spreading fire.
Inversion is obligatory.
Used only with be-verbs.
This form is not common on the TOEFL, but might show up on the GMAT or GRE.
Notice the intro –ing phrase is the complement of the be-verb.
12. emphasis
Boy am I hungry.
Is it ever hot in here!
Do you know how to cook!
Inversion is optional.
Used with all verbs.
You will probably not see this on the grammar section of the TOEFL or on the GMAT or GRE. It could, however, appear on the Listening Comprehension Section of the TOEFL. We use this form mostly in spoken English.
13. the bigger, the better
The closer an object is to another object, the greater is the gravity between the two objects.
Question form is optional.
Used with all verbs.
14. questions
Is this the last example?
Do you enjoy reading these lists?
Are we finished yet?
Inversion is obligatory.
Used with all verbs.
You will probably not see this on the grammar section of the TOEFL (TOEFL doesn't test questions anymore) or on the GMAT or GRE. It would, however, appear on the Listening Comprehension Section of the TOEFL.
15. "story speech"
“I think it’s time to go,” said Susan.
“It’s time for you, but not for me,” replied Gary.
“Maybe we should collect our thoughts for a moment,” commented Lany.

Inversion is optional.
Used with verbs that report speech.
You will probably not see this on the grammar section of the TOEFL or on the GMAT or GRE.
16. nor
No one has volunteered for the job, nor do we expect anyone to volunteer in the future.
Hok-ming cannot speak Portuguese, nor can José speak Cantonese.
The zoo regulations will not permit you to touch the animals, nor would most people advise you to do so.
Inversion is obligatory.
Used with all verbs.
You might see this on the adaptive TOEFL if you are scoring high and it could appear on the GMAT or GRE.
Remember that nor is considered a conjunction, but we use it between two sentences (not between any two elements like the other conjunctions).
17. "so do I"/ "neither do I."
“So do I.”
“So can Terry.”
“Neither do most people I know.”
Inversion is obligatory.
Used with all verbs.
You will probably not see this on the grammar section of the TOEFL or on the GMAT or GRE.
18. intro adjective
Beautiful beyond belief was my baby daughter.
Happy about their acceptance into their dream schools were Lany and Tomo.
Quick and painless will be your medical procedure.
Inversion is obligatory in most cases.
Used with be-verbs.
This one is fairly rare and probably would not appear on the TOEFL, but you might see it on the GMAT or GRE.
Inversion is sometimes not used in poetic language.

If you have questions or comments about this page, please contact us.
Be sure to include the title of this page in the Subject line of your e-mail.